Intisarinews.co.id – Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Yang Dipertuan ke-23, PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, menghadiri peringatan Dirgayusa Abhiseka XVI Raja Klungkung XII, Ida Dalem Smara Putra, bersama sejumlah raja dan sultan dari berbagai daerah di Nusantara.
Peringatan 16 tahun penobatan Raja Klungkung XII tersebut berlangsung di Puri Agung Klungkung, Bali, Sabtu (11/10/2026), dan dihadiri keluarga puri, tokoh adat, pemuka agama, serta masyarakat.
Kehadiran para raja dan sultan yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) menjadi momentum mempererat silaturahmi antarkerajaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya dan adat istiadat Nusantara.
Selain Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong dari Lampung, acara tersebut dihadiri Sultan Jailolo Achmad Syah dari Halmahera Barat, Raja Maradika Mamuju Bau Akram Ndai dari Sulawesi Barat, Sultan Gunung Tabur Adji Bahrun dari Berau, Kalimantan Timur, serta Raja Keprabonan Cirebon R. Handy.
Turut hadir Sultan Sanggau Pakoenegara Dicky Natakusuma dari Kalimantan Barat, Raja Nusak Termanu Vicoas Amalo dari Rote, Nusa Tenggara Timur, Karaeng Sanrobone Andi Zuklifi dari Sulawesi Selatan, dan Raja Mekongga Hakim Dahlan dari Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Pangeran Edward Syah Pernong hadir bersama perangkat adat Kepaksian Pernong, dikawal Panglima Elang Berantai serta Bahattur dari Way Handak. Ia juga didampingi Tenaga Pendamping Gubernur Lampung Bidang Kebudayaan, Rahmat Santori, S.H., bergelar Suttan Rajo Mudo, yang juga merupakan salah satu Penyimbang Adat Abung Pekurun.
Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Edward Syah Pernong mendapat kehormatan menyampaikan sambutan sebagai DK 01 mewakili Majelis Adat Kerajaan Nusantara.
Ia mengawali sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Puri Agung Klungkung atas sambutan yang diberikan. Ia juga mengucapkan selamat atas 16 tahun perjalanan Ida Dalem Smara Putra sebagai Raja Klungkung XII.
Menurut Pangeran Edward Syah Pernong, perjalanan tersebut bukan sekadar hitungan waktu, melainkan cerminan pengabdian dan kesetiaan dalam menjaga warisan leluhur serta mempertahankan marwah kerajaan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian budaya sekaligus mempertahankan keaslian garis keturunan raja-raja Nusantara sebagai bagian dari sejarah dan identitas bangsa.
“Budaya merupakan jati diri bangsa yang harus kita rawat bersama. Garis keturunan para raja memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai adat, sejarah, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa perubahan zaman dapat menggerus nilai-nilai tradisi apabila tidak diimbangi dengan kesadaran dan upaya nyata untuk melestarikannya.
Karena itu, generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam mengenali, mencintai, serta meneruskan tradisi leluhur agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Pangeran Edward Syah Pernong juga menekankan pentingnya sejarah sebagai sumber pembelajaran bagi kehidupan. Ia mengutip ungkapan Latin, Historia magistra vitae, yang berarti sejarah adalah guru kehidupan.
“Historia magistra vitae. Kita berguru kepada sejarah masa lalu. Kita mengenal tentang kota karena kita mengenal masa lalu,” tegasnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran identitas dan menjaga kesinambungan nilai-nilai kebudayaan.
Ia juga menilai pertemuan antarkeluarga kerajaan dan kesultanan memiliki arti strategis, bukan hanya untuk mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi ruang saling menguatkan dalam menjaga adat dan kebudayaan masing-masing daerah.
Perbedaan tradisi yang dimiliki setiap kerajaan, lanjutnya, bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang memperkuat identitas kebudayaan Indonesia.
Menutup sambutannya, Pangeran Edward Syah Pernong kembali menyampaikan ucapan selamat kepada Ida Dalem Smara Putra. Ia mendoakan agar Raja Klungkung XII senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan pengabdian, memimpin, serta menjaga kehormatan dan marwah Puri Agung Klungkung.
Peringatan Dirgayusa Abhiseka XVI tersebut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi antarkerajaan Nusantara yang terus dibangun melalui pertemuan para raja, sultan, dan tokoh adat.
Kehadiran Kepaksian Pernong bersama keluarga besar MAKN sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menjaga warisan leluhur, memperkuat persaudaraan, dan mewariskan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi mendatang. (RED)
![]()
